Halo semua pembaca blog saya! Selamat menjalankan ibadah puasa, bagi yang menjalankan. Semoga tetep semangat ya! Apalagi yang punya kawan (GERD) kayak saya :) Kali ini saya mau berbagi sedikit pengalaman saya.
Waktu itu saya inget. Saya lagi baca buku udah itu ketiduran. Tapi beberapa menit kemudian saya tiba-tiba kebangun dari tidur secara spontan, rasanya kayak ada yang ngagetin. Pas bangun saya sadar kalau saya seakan-akan berhenti bernafas. Jantung saya berdetak kencang. Rasanya kayak gak ada oksigen sama sekali di dalam kamar. Saya nyoba untuk bernafas perlahan-lahan hingga akhirnya nafas saya kembali normal, tapi saya masih terengah-engah kayak habis dikejar banteng. Masih kaget karena kejadian barusan. Terus saya mencoba tidur lagi.
Di lain waktu, pernah saya terbangun jam 2 atau 3 pagi. Kejadian ini sering terjadi, dalam seminggu bisa terjadi sekitar 3 hingga 4 kali. Saya gak tau kenapa bangun terus jam segitu, yang pasti kalau saya bangun jam segitu perut saya pasti kembung dan saya ngerasain mual. Biasanya heartburn kambuh. Kalau udah kayak gitu saya suka bangun buat BAK ke toilet, terus minum segelas air putih, cek HP sampai ngerasa ngantuk, terus lanjutin tidur dengan posisi duduk atau posisi kepala lebih tinggi dari sebelumnya dengan nambahin bantal.
Beberapa minggu yang lalu saya sering ngerasa hidung saya mampet setiap mau tidur. Habis sholat isya pasti hidung itu sering banget mampet, padahal gak pilek. Udah mampet, ditambah sendawa berulang-ulang dan dada sesak. Saya tahu hal itu normal terjadi apalagi setiap udah makan. Karena minggu-minggu itu GERD saya emang lagi kambuh parah. Seperti yang kita tahu, GERD itu kalau udah sekali kambuh menderitanya bisa sampai seminggu. Jadinya selama seminggu saya susah buat tidur, insomnia. Kalau hal itu terjadi saya selalu diem dulu di atas kasur. Nyoba segala cara biar si gas dalam perut itu keluar semua. Sama nunggu hidung gak mampet lagi. Kalau udah gitu saya baru bisa tidur. Dan biasanya hal itu butuh sekitar 3 jam. Jadi saya pasti baru bisa tidur pas jam 12 atau setengah 1 malam. Besok paginya kepala pasti pusing karena kurang tidur dan hidung biasanya mampet.
Tetapi Alhamdulillah, beberapa hari ini saya udah bisa tidur cukup nyenyak. Saya gak kebangun tiba-tiba lagi. Tadi pagi kebangun sih, itu juga karena kebelet pengen ke toilet. Tapi udah itu bisa lanjut tidur lagi. Hidung saya juga udah lumayan enakan gak mampet lagi. Tapi kadang masih sering kambuh mampetnya, cuma gak separah kemarin-kemarin.
Pertanyaannya di sini adalah, apakah benar GERD menyebabkan kita susah tidur atau insomnia?
Menurut beberapa penelitian yang saya baca dari artikel-artikel, ternyata GERD memang dapat mempengaruhi kualitas tidur penderitanya. Kenapa?
Sebab GERD dapat memiliki dampak dramatis pada tidur, yang mengarah pada risiko:
1. Aspirasi asam lambung saat tertidur;
2. Berkontribusi terhadap obstructive sleep apnea (OSA); dan
3. Mengalami fragmentasi tidur yang disebabkan oleh ketidaknyamanan gejala heartburn.
Semua hal itu pernah saya alami.
Beberapa peneliti percaya bahwa obstructive sleep apnea menghasilkan perubahan tekanan udara yang dapat menyebabkan refluks terjadi, namun peneliti lain percaya bahwa refluks asam dapat menyebabkan kejang pada pita suara yang kemudian dapat menyebabkan apnea tidur.
Apa itu sleep apnea atau apnea tidur?
Sleep apnea adalah gangguan tidur serius berupa kondisi pernapasan yang terganggu saat seseorang tidur. Jika tidak ditangani dengan baik, penderita akan berulang kali mengalami kondisi berhenti napas ketika tidur. Hal tersebut dapat berbahaya, karena artinya tubuh terutama otak tidak mendapatkan oksigen secara memadai sebagaimana mestinya.
(https://www.klikdokter.com/penyakit/sleep-apnea)
Sebuah laporan menunjukkan bahwa sekitar 60 persen pasien dengan OSA juga mengalami GERD. Terkadang, obesitas memainkan peran ketiga dalam hubungan ini.
Tapi jangan khawatir, masalah ini bisa diatasi atau diminimalisir setidaknya dengan cara:
1. Tidur dengan posisi tidak terlalu berbaring. Karena saat tidur asam lambung bisa naik diakibatkan oleh gravitasi. Jadi usahakan tidur dengan posisi seperti duduk, tidak harus terlalu duduk, yang pasti posisi kepala harus lebih tinggi dari perut. Kurang lebih seperti ini:
2. Menempatkan bantal setinggi 10-15 cm di bawah kepala dan bantal tambahan di bawah pinggang untuk menyesuaikan struktur tulang. Ada yang mengatakan bisa juga menambah bantal di bawah kaki tapi saya tidak pernah mencobanya.
3. Jangan memakai pakaian ketat saat tidur.
5. Jangan makan 2-4 jam sebelum tidur.
6. Jangan makan malam terlalu banyak apalagi yang banyak minyak dan mengandung gas. Soalnya pernah kejadian waktu malem-malem, saya makan kue tart karena orang tua saya kebetulan berulang tahun. Saya pikir gak akan kenapa-napa karena kondisi saya saat itu udah cukup membaik. Eng..ing..eng.. Ternyata, semalaman saya gak bisa tidur. Baru bisa tidur jam setengah 2 malam. Itu pun kurang nyenyak tidurnya. Kue tart itu tinggi gula dan lemak, dan lama sekali dicernanya. Akibatnya perut saya kembung dan saya gak bisa berhenti bersendawa. Rasanya kesiksa banget waktu itu. Saya sampai bulak-balik ngambil air minum sama ke kamar mandi karena kebanyakan minum. Pokoknya gak mau lagi kayak gitu. Hi~~~ 😖
![]() |
| doc.pribadi |
![]() |
| Ini kue tart penyebab bencananya |
7. Lakukan olah raga secara rutin.
8. Minum air hangat sebelum tidur.
9. Tidur dalam kondisi hangat. Bisa pakai kaos kaki dan jaket kalau udara dingin. Usapi perut dan telapak kaki dengan minyak kayu putih. Biasanya hal ini bekerja bagi saya. Soalnya ketika kita kedinginan asam lambung bisa naik.
10. Jika perlu bisa konsumsi obat penurun asam lambung jika memang kondisi kalian sedang parah-parahnya. Tapi lebih baik minum air jahe saja atau kunyit. Ingat! Jangan konsumsi antasida apa lagi secara terus menerus. Karena justru dapat meningkatkan asam lambung.
11. Hindari obat-obatan tertentu yang membuat kalian susah tidur.
Lalu, bagaimana penjelasan saya tentang hidung mampet yang membuat saya susah tidur juga?? Cek kelanjutannya.....
Wrote by Kara




